Pernah kamu naek motor atau mobil di pulau sumatera? Jangan sumatera lah, lampung aja deh. Pernah kena razia polisi ga? Pernah kamu perhatikan apa yang beda?
Baiklah karena ini dalam rangka knowledge sharing menjadi bagian dari Sasaran Unjuk Kinerja saya sebagai pegawai, maka saya sharingkanlah. Semoga bermanfaat.
Razia kendaraan bermotor di lampung sini, sangatlah aneh. Aneh karena beda. Saya kan aslinya orang Bandung meskipun bapa mamah asli Ciamis. Nah, kalo di bandung ada razia yang secara tiba-tiba ada, yang kehadirannya ada tanpa disadari oleh kita sebagai pengendara, apa coba yang kita lakukan?
Ya tentu saja, sesuai dengan ajaran bapa saya, maka janganlah gugup. Tenang saja, dan anggap aparat itu ga ada. Atau malah pepet-pepet saja motornya ngedeketin aparat itu. Karena kalo sengaja menjauh, malah suka jadi inceran polisi. Atau yang paling tragis adalah jika kita tiba-tiba berhenti atau belok ke arah lain, udah pasti dikejar eta mah. Dikejar polisi, bukan dikejar anjing. Begitu bersemangat mengejar kawas ucing ngudag beurit. Seperti pemangsa mengejar mangsanya.
Dan tentu saja, kalo udah ketangkep, pasti ditanya ini itu, setidaknya bakal dikasih selamat. Selamat siang atau selamat sore atau selamat malam dan ditanya SIM dan STNK. Memang tidak rugi dikasih selamat, ditanya SIM dan STNK, tapi itu termasuk bagian dari buang waktu bagi mereka pengendara yang sedang kebelet pipis, atau yang sedang ngejar jam kuliah, atau sedang ngejar jemput istri di kantor atau jemput anak di sekolahan.
Oleh karenanya, saya rasa sebagai orang normal, siapapun, meskipun SIM dan STNK ada dan lengkap dan asli, begitu malas untuk menghadiri acara razia kendaraan itu di jalanan. Apalagi kalo SIM dan STNK ga lengkap. Udah pasti kena tilang. Entah damai, entah tilang disidang, entah minta slip biru yang katanya sekarang udah ga ada lagi. Ini kata temen yg waktu ditilang minta slip bitu, malah ga dikasih sama petugasnya, karena katanya udah g berlaku lagi. Apalagi kalo petugasnya itu sengaja mencari-cari kesalahan. Seperti tutup pentil ga ada, kaca spion lah atau bla-bla lainnya,,,,,maka akan semakin sial kita pada hari itu jika itu terjadi dalam kehidupan kita…
Sungguh polisi sekarang sekarang ini sedang diuji. Apakah dapat dipercaya oleh masyarakat atau tidak. Dengan adanya kasus gayus yang serba terlihat segala kebodohan karena selalu kecolongan, dengan adanya rekening gendut dari para petinggi polisi, dan kasus-kasus lain-lainnya maka kita berharap POLRI dapat bertindak professional jika ingin dipercaya oleh masyarakat. Semoga saja begitu, kita doakan sama-sama.
Nah, lalu kenapa saya ceritain ini, adalah karena ternyata kalo di LAMPUNG, yang terjadi adalah BEDA.
Kalo ada razia kendaraan di jalanan, terus kita tiba-tiba berhenti, dan belok arah, atau belok ke gang mana, maka itu bisa selamat. Kita ga dikejar polisi macam di Bandung. Tadi sore di depan kantor saya, ini dibawah ini ada potonya, bisa diliat, bahwa terjadi antrian truk dan motor kira-kira sepanjang 500m – 1 kilo. Sedang apa mereka? Ya. Mereka sedang menunggu acara hajatan razia kendaraan selesai. Mengapa bisa mereka berhenti serempak semacam itu?
Ah, saya kira mereka tidak berhenti secara serempak. Perkiraan saya yang terjadi adalah Mobil truk paling depan ketika melihat aparat seragam coklat pake rompi ijo-ijo (bukan cendol gan,,) di pinggir jalan, maka akan otomatis berhenti di pinggir jalan. Lalu dia turun dari mobil, dan secara sukarela dia ngasih tau ke truk2 dibelakangnya dengan memberi tanda. Tangannya dilambai-lambaikan,,,memberi arti bahwa hei awas didepan ada razia polisi, segera berhenti atau nanti kamu kena palak.
Begitupun pengendara motor, maka mereka akan segera berhenti melihat keanehan truk yang berjejer di pinggir jalan. Mereka semua lalu mencari warung sambil ngopi-ngopi menunggu proses razia selesai, sambil sesekali melihat jauh kesana dimana razia sedang terjadi…..duh, enaknya razia disini. Kita ngopi sambil kongkow kongkow, melihat aparat sedang bekerja. Selesai proses razia, maka truk dan pengendara motor pun kembali jalan. Alhamdulillah lancar.
Sesuatu yang bisa diambil dari tulisan ini adalah, jika berkendara, usahakan SIM dan STNK lengkap dan pake helm. Dan bawa motor yang baik dan tidak ugal-ugalan. Lalu, kalaupun kamu tak bawa surat-surat resmi, maka cukup kamu peka saja di jalanan. Kalo merasa ada antrian kendaraan panjang di sisi jalan yang tidak lazim, maka waspadalah. Atur jarak pandang agar bisa melihat jauh ke depan. Mungkin di depan lagi ada razia. Kalo memang ada razia, maka segeralah berhenti dan mencari warung. Beli jajanan kecil sambil ngobrol ngobrol lah di warung, itung itung sambil meningkatkan ekonomi rakyat kecil, menyambung silaturahim dan menambah wawasan. Kalo belum solat, mening solat dulu, dan tunggulah sampe razia selesai, baru jalan lagi. Alhamdulillah, aman. hehe
Salam selalu untuk mereka yang ketika razia kepergiannya sangat diharapkan. Salam selalu yang ketika mereka tidur, kita gilas. Semoga diri kalian adalah aparat yang baik. Yang sama sama seperti kita semua yang bisa dan semoga berbakti pada negri ini dengan jujur dan benar. Amin
Sekian laporan dari TKP. Razia kendaraan di lampung, Beda !!!
Wed,12 jan11
Jam 10.30 malem




