RSS

*Catatan pembelajar (7) : Indonesia Menang, Tapi Kalah, Tapi Sebenernya Menang

08 Jan

Oh, sungguh perjuangan yang luar biasa para anggota timnas Indonesia itu. Jarang-jarang bisa maen sampe seperti ini. Pas jaman Beni Dolo, mana ada permainan seperti ini. Mungkin inilah cahaya baru kebangkitan persepakbolaan Indonesia. Mungkin.

Kemarin Indonesia menang skor 2-1 atas Negara sebelahnya Malaysia. Namun meskipun begitu Indonesia kalah, karena waktu di Malaysia kalah 0-3. Namun meski kalah, Indonesia sebenernya menang.

Kenapa coba bisa Indonesia Menang, Tapi Kalah, Tapi Sebenernya Menang?

Hasil meeting dalam diri saya mengatakan bahwa jika kemaren Indonesia bias menang 4-0 atas Malaysia, maka Tim Indonesia yang sekarang bener2 sakti.

Namun sesuai prediksi meeting dalam diri saya, bahwa Indonesia akan menang skor, tapi tetap kalah agregat. Sehingga tetap kalah.

Namun diri saya (*hasil meeting) tetap berpendapat bahwa kemarin itu tetap MENANG. MENANG untuk INDONESIA.

Karena sebetulnya jika Indonesia kemaren menang skor dan agregat dan menjadi juara I, maka dapat dipastikan PSSI akan besar kepala, apalagi pengurusnya, apalagi para pejabat, mereka akan ikut2an biacara inilah, itulah, bikin kasih hadiah inilah, itulah, yang secara penglihatan indera keenam itulah yang namanya proyek pencucian dosa politik yang sedang mereka lakukan. Timnas akan terlena, dan di pertandingan international selanjutnya Indonesia akan dibantai.

Makanya baguslah kemaren Indonesia kalah, yang berarti INDONESIA MENANG.

Karena untuk sebuah REVOLUSI PERSEPAKBOLAAN INDONESIA diperlukan sebuah MOMENTUM. Dan inilah saya kira merupakan momentum yang TEPAT. INDONESIA TIDAK JADI JUARA I PIALA AFF SUZUKI.

Dengan Momentum ini, ada banyak hal yang bisa kita pelajari dan harus kita perbaiki.

Yang pertama, MEDIA YANG TERLALU LEBAY MENGABARKAN…

Sudah bukan rahasia umum jika media Indonesia ini sekarang-sekarang bisa dibilang kurang kepercayaannya dari masyarakat, karena salahnya sendiri. Suka LEBAY MENGABARKAN. Beritanya suka dimanupalisir biar tragis. Biar ga biasa. Jadi saya pribadi suka curiga, jangan-jangan berita-berita yang saya tonton ini dibuat sedemikian rupa. Sudah di set sedemikian rupa. Ya mirip-mirip reality show gitu lah. Kaya yang beneran, padahal sebetulnya tipuan. Karena kebanyakan yang tipuan, maka akhirnya para penonton, termasuk saya, jadi sulit membedakan, manakah yang sebenarnya beneran, dan manakah yang sebenarnya tipuan. Sama hal nya ketika artis nangis. Contohnya luna maya atau cut tari. Ketika mereka nangis di tipi. Kita tak bisa membedakan, apakah nangis nya itu beneran. Atau tipuan. Resiko jadi artis ya harus begitu. Jadi susah untuk dipercaya. Karena pandai berakting. Pandai berbohong peran.

Berita yang lebay mengabarkan tentang kedigdayaan Timnas Indonesia sekarang, tentu menjadi beban yang sangat berat bagi pemain Timnas. Apalagi yang wawancara inilah, itulah, sampe ikut2 pesawat timnas ke Malaysia. Mereka yang kata Riedl hanya mengganggu istirahat pemaen saja. Demi berita, mereka mengganggu konsentrasi para pemain. Saya tidak menyalahkan wartawan nya. Karena saya tau betul, wartawannya itu pasti disuruh bos nya. Wartawannya itu saya kira mungkin adalah orang yang penurut. Baik dia orangnya. Hanya bos nya yang culangung. Serakah dia akan kekayaan dan harta. Sampe-sampe membayar panitia buat bisa ikut di rombongan pesawat timnas agar bisa mewawancara para pemain. Mungkin. Hehe

Yang kedua, PEJABAT YANG IKUT NIMBRUNG SIBUK. MUNGKIN DALAM RANGKA MENCUCI DOSA POLITIK DAN KAMPANYE

Ah, yang ini lagu lama. Dimana ada sebuah kejadian Indonesia yang membanggakan, buru-buru para pejabat merapat. Biar kecipratan popular. Ikut komentar inilah, itulah, mengundang jamuan makan malam, temu politisi, apa coba gunanya itu. Para pemaen harusnya konsentrasi berlatih. Ini malah ngobrol sama politisi. Yang jarang politisi itu tidak busuk. Kebanyakan busuk.

Kamfret memang. Dari Pak beye, KBRI di Malaysia, Ketua umum Golkar, PSSI sendiri. Semua seharusnya instropeksi. Mau mendukung Timnas atau kampanyeu. Ingat di Malaysia itu ada BALIGO gede SBY, NURDIN, dan ABU RIZAL BAKRIE. Ngapain coba baligo mereka ada disana ?????? Ical itu bukannya ngurusin lumpur lapindo, malah bikin jamuan timnas. Aneh memang. Pasti dia duitnya banyak.

Ikut nimbrungnya para pejabat ini yang berlebihan, tentu saja buat konsentrasi pemaen buyar. Hadiah yang ditawarkan para pejabat itu, mungkin juga bisa bikin pemaen jadi egois. Misal ingin menggol kan sendiri. Tidak main kompak dengan rekan se tim. Ah, pejabat ini memang pingin enaknya aja.

Yang ketiga, MANAJEMEN PSSI YANG HARUS DIREVOLUSI

Kenapa begitu? Sudah sejak lama, persepakbolaan di kita itu ga maju-maju. Payah manajemen nya. Masalah tiket kemaren aja masa sampe rusuh begitu. Bukan manajemen professional yang mereka jalankan. Melainkan manajemen uang. Yang punya uang lebih, ya bisa dapet tiket. Ingatkah ketika waktu kemarin FIFA membuat teguran untuk PSSI tentang kepemimpinan NURDIN ??? Ya, mungkin dengan MOMENTUM ini, adalah saatnya untuk MENGGANTI KEPEMIMPINAN DI PSSI. Siapakah mereka? Ya itu lah mereka. NURDIN beserta jajarannya.

Kata temen saya susah buat nurunin NURDIN. Pak BEYE aja ga bisa. Dan kalo melakukan penerawangan sebentar, maka dapat dipastikan ada hubungan yang erat antara NURDIN dengan ICAL. Dan Ical itu banyak uang. Dan dia itu banyak relasi kekuasaan di negri ini. Dan dia itu ketua golkar. Hmmm,,,,, kalo secara jalur yang terlihat resmi, mungkin akan susah. You know lah Indonesia. Siapa yang banyak uang, dia yang berkuasa.

Jadi mungkin saja nanti pada suatu saat yang berbahagia, terjadilah sebuah gerakan people power buat nururin nurdin dan jajarannya. Alangkah Indahnya ketika para supporter sepakbola seluruh Indonesia pada saat terjadinya nanti, mereka bersatu. Viking, The jak, Aremania, Bonek, dan lain-lainnya bersatu semua menggunakan kaos bertuliskan ‘ Ya Allah, lindungilah kami dari godaan Nurd** yang terkutuk’. Mereka berkumpul di Jakarta dan melakukan aksi damai di jalanan. Aksi damai di kaskus. Aksi damai di facebook. Meminta Untuk mengganti kepemimpinan dan system di PSSI yang semerawut dengan sesuatu yang lebih baik.

Apalagi yang bisa kita percayai dari seorang koruptor. Apa tidak ada pemimpin lain yang bersih, yang amanah, yang jago, dan yang mukanya mirip Roma Irama, untuk buat jadi pemimpin PSSI.

Yah, setidaknya itulah  tiga hal. Kalo saya tambah satu lagi, maka menjadi empat hal. Hehe

Namun sisi positif yang suka adalah Alhamdulillah, permainan Indonesia cantik. Pelatih yang berkarakter. Semoga terus berkembang dibawah asuhan pelatih Riedl ini.

Yang selanjutnya adalah tukang kaos laris jualan kaos timnas. WAktu kemaren saya ke pasar baru, Alhamdulillah saya melihat wajah keceriaan para tukang baju itu. Dijual sabaju na 30 rebu. Asli keren dan mirip aslina. Kalo sa stel 45 rebu. Dan dengan semangat si penjualnya bilang ‘ngabisin, ngabisin, kaos timnasnya bu, 30 ribu aja,’. Alhamdulillah. Ekonomi rakyat kecil lumayan terangkat lah, setidaknya bagi pedagang-pedagang kaos timnas itu.

Maaf, saya tidak bisa mengakomodasi bagaimana caranya nurunin Nurdin. Karena saya sibuk disini. Saya harus belajar benar di pemeliharaan instrument. Supaya bisa bantu dengan benar. Saya sibuk karena harus bekerja. Ini tugas kalian lah yang bisa menjadi inisiator wahai tokoh masyarakat dan semacamnya. Nanti kalo ada gerakan di lapangan, di twitter, di facebook meskipun hanya nge like grup, maka insya allah nanti saya akan ikutan. Atau diadakan semacam Koin Prita, dengan judul Koin Turunin Nurdin Halid, maka insyaallah saya akan nyumbang juga.


Jayalah selalu persepakbolaan Indonesia.

Nasuha keren

Bustomi Juga.

Bepe lumayan

Gonzales cool

Yang lainnya yang ga kesebut, maaf ya

Salam salah satu supporter Indonesia

Indonesia Menang, Tapi Kalah, Tapi Sebenernya Menang

Dani, 30 desember 2010

Belum solat dzuhur tadi, tapi sekarang udah

Advertisement
 
Leave a comment

Posted by on 8 January 2011 in // Artikel Pilihan

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.