Dulu sekali di negri ini katanya sekelompok anak muda membuat suatu sumpah. Adalah suatu sumpah yang lumayan keren sekali jika memang ini benar2 terjadi. Anggap lah ini benar, setidaknya menurut buku-buku pelajaran sejarah SD, SMP dan SMA yang selama ini dipaksa kita untuk menghafalnya.
Kata sejarah SD,SMP dan SMA itu, kemerdekaan negri ini tidak terlepas dari semangat manusia-manusia muda di zaman itu. Diawali dengan sumpah mereka yang kemudian terkenal dengan nama SOEMPAH PEMOEDA di Djakarta tanggal 28 Oktober 1928. Yang isinya menyatakan bahwa mereka bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia. Berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. Berbahasa jang satoe, bahasa Indonesia….
Lalu kini, kemana para pemuda yang dulu itu? Ya, saya yakin kini sebagian besar dari mereka pasti sudah mati. Taun 1928 adalah sekitar 80 taun yang lalu. Kini taun 2010.Jelas. 2010 – 1928 = 82.
Pernah waktu itu saya Jam 2 subuh lewat jalan dago. Oh, ternyata banyak banget mereka yang semacam pesta di Dago itu. Jam 2 subuh loh itu. Saya sengaja memberhentikan motor saya sebentar. Nyisi ka sisi jalan. Edan, banyak banget orang waktu itu.
Pada kesempatan lain, saya pernah malam minggu ka PVJ (Paris Van Java) Mall, oh ini juga ternyata disini banyak banget anak muda nya,,,,dan pakaiannya itu loh,,,,ya amplop (*bahasa si aina)
Pada kesempatan yang lain juga saya pernah lewat di BIP pagi-pagi, oh ternyata disana ramai juga. Maklum, lagi ada acara live INBOX disana. Banyak juga yang nonton disana anak-anak muda nya.
Kira-kira, kualitas macam apa ya pemuda zaman sekarang ini?
Kira-kira mampu ga ya pemuda zaman sekarang ini melakukan persis seperti yang dilakukan dulu oleh mereka para pemuda pencetus Sumpah Pemuda.
Saya kadang berfikir, apa iya kita harus ada dalam kondisi terjajah dulu biar kita bisa benar dalam bertindak, jernih dalam berfikir.
Para tawanan Israel itu, mereka dalam kondisi tertekan di penjara, mampu menghafalkan alquran dalam 3 bulan saja. Karena ya jelas, ga ada pilihan lain selain itu. Nikmat di dunia diambil, maka jangan sampai kenikmatan di akhirat tersia-siakan.
Tapi kita?
Jujur saja, sulit. Masih terfikir kerjaan di kantor. Masih terfikir belanjaan mingguan. Masih terfikir tugas kuliah. Masih terfikir kapan maen futsal. Masih terfikir beli kamera kapan. Masih terfikir pengen jalan2 ke sana ke situ. Masih terfikir ini dan itu,,,,
Kenapa ya,,,,padahal jelas secara waktu, kita yang bebas dari penjara ini jauh lebih leluasa. Jauh lebih bebas. Jauh lebih dapat mengatur waktu. Seharusnya.
Kenapa ya,,,padahal jelas secara tujuan penciptaan bahwa manusia diciptakan adalah untuk beribadah.
Faghfirlanaa,,,ya rabb,,,
Mari kita renungkan hadits nabi ini :
“Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara :
[1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,
[2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,
[3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu,
[4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu,
[5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir)
Entahlah,,, jika kini para pemuda yang dulu mencetuskan Soempah Pemoeda hidup kembali dan bertanya pada pemuda masa kini yang ada di dago, yang ada di PVJ, yang ada di BIP, dengan pertanyaan : Apa sumpah mu kini wahai pemuda?
Maka insyaallah para pemuda masa kini itu akan kaget setengah mati.
Gimana ga kaget,
wong orang mati ko bisa hidup kembali.
Salam Seru!
Dani Asli
Tarahan, 28 Oktober 2010 + 14 menit
Salam Salut buat para pemuda dan pemudi Indonesia yang dengan sadar membangun negri ini. Yang bekerja secara jujur,benar dan ihlas. Yang belajar di dalam negri ataupun luar negri secara jujur. Yang berwiraswasta mengembangkan potensi umat. Salut buat semuanya !!!!


gantina
31 October 2010 at 13:43
apa ya, ‘suer’ku terakhir berjanji gak akan bikin marah orang lagi. heuheu
Kiyoshi
1 November 2010 at 17:47
hadaaah,,
Herizal Alwi
11 December 2011 at 17:19
Nice words