
Setelah menjadi Dani Badrazamani, ST saya itu nganggur dulu. Ga langsung kerja. Karena kalo mau kerja kan harus ngelamar dulu dan ikut testing ini itu yang bikin dek-dekan. Pekerjaan saya ketika nganggur itu adalah tidur. Tidur dan maen computer. Maen pro evolution soccer. Permaenan computer yang seperti winning eleven di PS mah. Tapi tentu ini lebih keren. Saya maen sampe pusing. Lalu karena pusing, saya tidur di kamar saya. Lalu karena kelamaan tidur, kepala saya pusing dan ahirnya membuat saya bangun dan kembali maen PS. Itulah saya setiap harinya ketika menganggur. Jadwal tetap saya yang bermakna bagi dunia aherat setiap harinya hanyalah di saat jam 7 pagi sampei jam 08.30 pagi saat saya dengan motor bapak saya itu mengantar mamah saya ke sekolah SLB dan magrib sampei isya. Karena disitulah saya harus mengajar anak-anak TPA kelas 1,2,3 SD belajar membaca iqra dan alqur’an. Bukanlah sebuah kewajiban ini saya rasa, tapi inilah yang saya sebut sebagai kebahagiaan.
Tiga hal yang bisa membuat saya pergi dari rumah. Yang pertama adalah adanya ajakan futsal dari barudak si jaka atau si ucin seperti bisaanya. Yang Kedua adalah adanya undangan temen yang mau nraktir karena telah diterima kerja. Saya masih inget kisah teman saya Yusfian yang keterima di HALIBURTON yang mentraktir kami dengan super special ikhlas di ATMOSPHERE malem2 romantis bertujuh dan harus membiayai kami sebesar 700rb an hahaha terimakasih yusfi. Kapan2 mau lagi dong ….. Nah, Yang ketiga adalah adanya panggilan untuk mengikuti tes-tes masuk kerja.
Yang ketiga inilah yang saya maksud dengan mencari kerja. Kenapa harus nyari kerja sih? Ada banyak jawaban, dan itu pun yang sempat terlintas di benakku. Apakah kita ini tidak merasa seperti dijadikan robot, budak2 industri dunia macam sekarang? Kita sekolah di SMP yang bagus, SMP5 bandung, SMA yang bagus,SMA3 bandung, dan kuliah di tempat yang bagus, ITB, dan ahirnya itu semua dipersiapkan hanya agar kita dapat menjadi pegawai pada sebuah industry.Mendapat uang banyak karena bekerja di perusahaan dengan gaji selangit. Menikah dengan cewe manapun yang kita inginkan (kecuali akhwat meureun …karena beberapa akhwat yang saya kenal, tak terlalu memperhatikan harta seperti ******). Dan membeli segalanya dengan uang yang didapat. Lalu hiduplah dengan santai dengan semua yang kita miliki, hidup bahagia dengan keluarga, menyekolahkan anak2 kita dengan baik, naih haji bersama sakeluargaeun dan lain-lain. Apakah memang harus seperti itu?
Ah teman….jika kamu tau,,bahwa setiap saya mengingat hal ini, selalu saja saya menerawang jauh kehidupan ini jauh ke depan dan mendadak soleh. Bahwa di ujung hidup kita ini pastilah ada kematian. Lalu untuk apakah sebenarnya semua ini ????
Pada saat kemaren dulu saya tidak kepikiran sejauh ini sama sekali dengan cukup serius. Terlalu ruwet saya rasa waktu dulu saya memikirkan ini semua. Karena saya itu tipenya orang yang teknis. Pokonya lakukan dulu sekuat tenaga. Berfikir mendalam nanti saja bisi kelamaan malah ga ada aksinya sama sekali. Jadi ketika ada lowongan pekerjaan, ya langsung hajar-hajar aja lamar. Bareng2 temen sibuk bikin lamaran, ngeprint foto atau sama2 rajin bukan situs PCAD ITB. Pokonya yang penting bareng2 temen lah, sekalian ngeramein. Dan sepanjang jalan ini pun saya tentu terus berfikir. Dan ahirnya terfikirlah tujuan saya mencari kerja dengan sangat simple dan bisaa yaitu untuk membahagiakan orang tua, sehingga bisa melihat anaknya ini sukses dan mandiri dan kemudian sehingga saya bisa untuk segera menikah dengan wanita yang saya idamkan membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah. Halah eta ‘wanita idaman….’ Kamaaaana ateuhhh….. Dan kalo bisa mah pekerjaan saya teh yang menghasilkan uang banyak sehingga bisa beli ini itu dan berbuat banyak untuk negeri ini, berbuat untuk sesam. Apalagi kalo pekerjaan itu adalah dalam rangka membangun bangsa. Pas banget jeung urang pisan lah.
Tercatatlah dalam ingatan saya dan tercatat pula pada catatan malaikat tentunya ini pasti, bahwa saya pernah melamar pekerjaan yang ada progress ke beberapa tempat. Mereka yang beruntung itu adalah : ASTRA INTERNATIONAL, PT PERTAMINA (PERSERO), BPPT, PT MATTEL INDONESIA, dan PT PLN (PERSERO). Selalu pakaian saya untuk tes-tes ini adalah baju : baju koko produksi RABBANI, celana : celana item yang dijaitin mamah tanpa sabuk, sepatu : sepatu Edward Forrer yang saya beli khusus untuk sidang sarjana sehari sebelum siding itu terjadi.
Kisah di ASTRA INTERNASIONAL : Tes pertama adalah tes psikometrik. Obat apa itu psikometrik? Ah saya juga sudah lupa gimana itu tes nya. Yang jelas seharian isi tes nya itu Cuma muter2 otak make logika, nyamain gambar dan bla-bla lainnya yang bikin kepala pusing. Tes ini saya lolos. Lalu Tes kedua adalah psikotes. Ini bisaa aja psikotes, yang ada ngegambar2 pohon, orang, dan rumah, dan ngitung2 sebesar Koran itu. Inipun saya lolos. Lalu tes ketiga yaitu wawancara HRD di sebuah hotel. Ini pun saya lolos. Lalu tinggal 2 tes terahir lagi. Kalo ga salah mah. Yang pertama, wawancara user dan terahir wawancara direksi. Saya dihubungi oleh ASTRA bahwa saya akan diwawancara oleh user dari ASTRAGRAPHIA. Yaitu yang berhubungan dengan mesin potokopi. Saya konsultasi dengan kang ilham kakak kelas saya yang ada di ASTRA, dan menyarankan kepada saya agar mencari saja pekerjaan yang lain. Karena kalo ditempatin di situ, progress diri kita untuk maju akan sangat sulit. Yang kemajuannya bagus teh yang ada motornya, misalnya ASTRA DAIHATSU MOTOR dan lain-lain. Dan ahirnya saya memutuskan untuk tidak hadir pas wawancara user itu. Pokonamah di cuss we….
Kisah di PT PERTAMINA (PERSERO) : Tes pertama adalah tes psikotes. Bosen ieu wae. Tes ini lolos. Tapi sampe sekarang tak pernah dipanggil lagi untuk tes-tes selanjutnya…..siyal. Padahal saya teh udah berharap banyak diterima di sini. Kerja Praktek saya padahal udah di PT PERTAMINA UP III PLAJU, Tugas Akhir saya penelitian di PT PERTAMINA UP IV CILACAP, tapi tetep wae lain takdirna….cap cusss ah …..
Kisah di PT MATTEL INDONESIA : Saya dipanggil untuk tes di cikarang bekasi. Tapi karena hoream…jauh…euweuh batur, ahirna saya teu kaditu. Cuss deui wae ah …
Kisah di BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi : Lembaga Pemerintah Non departemen : status pegawai : PNS) :Tes pertama dengan waktu satu hari penuh. Tes nya itu beragam teman-teman …..saya sendiri lupa ada apa aja. Yang saya inget teh ada psikotes, tes tentang undang-undang dasar 45 yang nampak seperti pelajaran SD tapi sudah lupa semua materinya, tes kematangan dan kedewasaan yang berupa soal cerita yang jawabannya pun cerita lagi. Jadi satu soal bisa sampe satu halaman. Eta teh aya 50 soal nu kiu teh…kumaha teu ongkek coba….lalu ada tes basa inggris tertulis, lalu tes pengetahuan umum. Dan ahirnya saya termasuk orang yang lolos. Lalu di hari yang lain saya di panggil lagi untuk wawancara. Tes-tes semuanya ini dilakukan di Gedung BPPT di jalan utama kota Jakarta yaitu jalan M.H. Thamrin. Di Jakarta ini saya hanya tau inilah jalan yang dituju. Pokonamah ti bandung teh naek kareta ka gambir. Ti gambir naek bus way jurusan harmoni. Ti harmoni naek deui bus way nu ka arah blok M turun di sarinah. Lalu jalan dan sampailah kami di Gedung kembar BPPT yang mewah dan menjulang tinggi itu.Tes wawancara yang kami takutkan adalah menguji kompetensi kami di bidang jurusan kami. Ari pek teh ternyata….. Wawancara tidak lebih dari 15 menit. Isinya Cuma menanyakan kenapa pengen masuk BPPT, takut ketinggian ga, dan bisa renang ga. Ditanya niat karena biasaanya anak ITB doyan pindah-pindah kerja. Ditanyain ketinggian karena kerjaan di lab yang bakal saya tempatin itu kadang-kadang bekerja di tempat tinggi. Ditanyain bisa renang atau tidak karena sometimes kita bekerja di lautan juga, bisi tigejebur mun ga bisa renang kan bahaya. Niat saya sudah sangat kuat apalagi didukung penuh orangtua dan keinginan memajukan bangsa, saya tidak takut ketinggian, tapi saya ga bisa renang. Namun its ok saja karena katanya tubuh saya proporsional. Jadi kalo pake pelampung ga kan tengelam lah hahaha aneh2 aja. Dan beberapa hari kemudian saya diterima di BPPT. Walaupun sebulan kedepannya saya udah hengkang ke PLN.
Kisah di PLN : Inilah yang sebenarnya saya ikutannya maen2. Karena tes nya itu loh yang edun banyak pisan. Tes pertama psikometrik.lolos karena hoki. Tes kedua tes akademik dan bahasa inggris toefl. Lolos juga karena hoki.asli inimah. Karena jelas bahwa materi akademiknya itu udah lupa semua.yakin.dan tentang basa inggris saya teu bisa pisan.pokonamah mengandalkan doa si mamah we. Tes ketiga adalah grup diskusi. Disinipun saya tak banyak bicara hanya seperlunya saja bari rada ngabodor. Tapi karena angger takdir saya hoki, nyaeta ahirna lulus oge. Malah aya si batak budak mesin yang mendominasi diskusi kalah teu lulus. Puas siah…makana tong olo2. Tes keempat adalah wawancara HRD. Disini itu berlangsung selama satu jam. Isinya apa cing? Curhat abis. Awalnya sih serius tentang oragnisasi, tentang siap ditempatkan dimana saja di seluruh Indonesia, tapi ahirna eta disuruh cerita tentang diri sendiri. Teu karasa kaluar kabeh. Sya juga bilang bahwa beberapa teman suka curhat ka saya. Ada yang laki-laki ada yang perempuan. Si ibu nanya, loh perempuan?pacar ya?bukan bu jawab saya. Lalu kenapa curhat nya ke kamu?kata si ibu. Dan lalu dengan sangat jelas saya menjawab : KARNA SAYA GANTENG BU …. Kedua ibu yang mewawancarai itu pun tertawa. Narsis siah ….meureun dalam hatinya teh ngomong gitu. Tapi seriusan eta mah terucap langsung tanpa saya pikir dulu. Karna emang kenyataanna meureunnya hahaha…..Lalu ditanya juga dari mulai udah punya pacar belum, terus sikap kamu gimana dan bla-bla-bla. Saya ga punya pacar bu….tapi saya udah punya target calon istri. Gini loh orang nya bu ….bla-bla-bla . Dan bla-bla bla. Lalu si ibu bilang : ntar kamu pas selama OJT ga boleh nikah loh….saya jawab : ya ga pa pa bu,….lalu dan bla-bla terus sampai jauh…. Dan akhirnya si ibu mengangguk faham.sangat faham. Tapi entah apa yang dia fahami, karena sampai sekarang saja saya belum faham atas apa yang terjadi dengan saya dan dengan target calon istri saya itu heuheuheu.memang berat perjuangan ini brou ….. tapi akhirnya wawancara ini pun lulus. Clue nya buat adik2 saya nanti yang mau wawancara PLN, pokonya harus jawab siap dan siap terus. Ditempatin di Maluku gimana? SIAP jawabnya. Kalo 10 taun disana gimana? SIAP juga jawabnya. Kalo selamanya ? SIAP juga lah …tapi ga usah keras2 jawabnya hahahahaha. Dan harus jujur terhadap hati kamu terhadap isi jawaban kamu. Karena si ibu bertanya dari setiap jawaban kita. Kalo kita memang suka sama si A, ya katakan suka. Kalo kamu siap ditempatin dimana aja, ya katakan SIAP. Nah begitulah trik teknis nya ….lalu tes terahir tes kesehatan. Ya…banyak2 olahraga aja. Lari pagi dan makan makanan sayuran dibanyakin. Karena jeda waktu ke tes ini cukup panjang. Sekitar sebulan. Jadi dalam sebulan bisa lah kita hidup pura-pura sehat dan ideal. Tes kesehatan dilakukan di klinik PRODIA Alhamdulillah. Karena dari pengalaman2 sebelumnya katanya di PLN itu diperiksanya kadang di rumahsakit tentara atau di tempat aneh lainnya. beruntungnya kami yang di bandung ini di ceknya di prodia apa promita ya heuheu….dan lagi2 yang menentukan kelulusan adalah takdir Allah. Dan akhirnya Alhamdulillah saya pun lolos
Clue lainnya yang sangat penting adalah meminta doa restu dari sang ibunda kita tersayang. Mantap lah pokonamah ….setiap mau pergi tes,mintalah doanya dulu, antarlah beliau dulu ke pasar atau ke sekolah dimana beliau akan mengajar, cium tangannya ,,,,,mun kurang ongkos oge minta sakalian hahaha
Waktu tes BPPT dan PLN itu bersamaan terjadinya. Namun karena pengumuman BPPT jauh lebih cepat, maka saya sempat sebulan bekerja di BPPT sampai akhirnya dengan segala konsekuensi yang harus saya tanggung, saya pindah ke PLN. Cerita mengapa saya pindah ke BPPT ada di cerita SEBULAN BERSAMA BPPT DAN TRI AYODHA
machmoedsantoso Said:
on October 15, 2009 at 8:08 am
hahaha..wawancarana sarua oge.. tungtungna jadi curhat..
Hari Said:
on October 26, 2009 at 8:57 am
“Malah aya si batak budak mesin yang mendominasi diskusi kalah teu lulus. Puas siah…makana tong olo2..”
Euleuh, tong kitu atuh.. watirr..
can pernah ngarasaan ditolak sih..
urang ditolak wae yeuh..
KBR, Worley Parsons, Total, alah naon deui nya.. loba pokona mah..
sedih urang..