MENGAPA PEMILU ?

logo_pemilu2009

Sekarang hari selasa, jam 1 pagi. Karena baru bangun tidur dan minum kopi,maka jadilah saya tidak mengantuk dan ahirnya karena tak ada kerjaan, saya buka laptop di depan saya dan mulailah saya menulis. Sekarang 10 Maret 2009. Bulan depan di bulan april adalah adalah hari ulangtaun yang lahir di bulan april.(nya enyaa…lah..). Lain, lain untuk eta tulisan ini dibuat. Ini adalah tentang apa yang dinamakan PEMILU atau pemilihan umum tea.

Banyak pihak yang berpendapat tentang PEMILU ini. Dari yang mulai edan-edanan secara memalukan memaksakan diri supaya memenangkan pemilu sampai yang menolak diadakannnya PEMILU ini karena dinilai haram karena dinilai adalah bagian dari sistem hukum kafirin (baca : demokrasi.red)

Berbicara tentang politik, tentu saja sudah kita tau kebusukan-kebusukan yang ada didalamnya. Kebusukan-kebusukan yang membuat kita mengerutkan dahi kita dan membuat kita ingin memaki pelaku politik di negeri kita ini yang memang bodoh secara disengaja atau tidak disengaja.

Oleh karenanya, banyak diantara kita sebagai kaum intelektual muda (anjis….gagah) yang semakin tidak suka dengan politik dan gaya perpolitikan di negri ini. Ada yang acuh tak acuh tak peduli atas apa yang yang terjadi atau ada juga yang dengan kesadaran penuh sangat peduli dengan apa yang terjadi dan berusaha memperbaiki negri ini dengan cara masuk ke dalamnya.

Itu wajar. Semua pilihan yang dipilih adalah wajar. Berusaha memperbaiki negri dari luar politik adalah bagus. Berusaha memperbaiki negri dengan terjun langsung ke dalam politik adalah bagus. Dan acuh tak acuh pun itu adalah wajar, walau saya sebut itu sangat menyedihkan sekali. Di luar tentang pihak yang menyebutkan haramnya PEMILU dan haramnya system demokrasi, saya akan berbagi tentang sebuah pikiran sederhana saya. Saya sebut sederhana, karena memang tidak rumit apa yang saya pikirkan.

Sederhana saja. Dulu, ketika saya muda (halah….) saya pun sempat mempunyai pikiran acuh tak acuh terhadap perpolitikan di negri ini. Mengapa itu terjadi? Ya karena saya tidak mengerti, sangat rumit, dan yang terdengar adalah cara-cara kotor yang menggeuleuhin. Saya bertekad, seandainya saya bias ikut membangun negeri ini, maka tentu bukan politik caranya. Mungkin dengan cara lain saja. Dan tentang pemilu? Ah, tak tau lah buat apa ini maksudnya dan kalau mau milih ya milih,kalau engga ya engga. Pokonamah poek we lah. Anti politik.

Lalu semakin lama pemikiran tentang hal ini pun berkembang. Berita – berita mengenai kebobrokan negri ini semakin bertambah, dan masalah-masalah yang ada pun segera tampak ke permukaan dan menggurita ternyata. Dan saya sadar bahwa memang system negara ini lah yang memang membuat keadaaan seperti ini. Sistem perpolitikan negara yang saya sebut ‘geuleuh’. Walau saya sendiri tak tau betul apa yang saya katakan ini. Saya berani berpendapat, karena memang inilah yang saya rasakan. Beneran.Ini yang saya rasakan. Saya list aja nih kageuleuhan2 saya :

1. Partai-partai itu Nampak seperti sebuah kelompok yang hanya menggembor-gemborkan janji setiap tahunnyya setiap akan dilaksanakan PEMILU. Mengumbar janji dan harapan2 kepada masyarakat.’ Cuma ngasih janji kaga ada bukti’. Dan ini juga sendiri sudah menjadi janji2 partai politik. Halah menjadi semakin lieur . Baligo, poster dan atribut ada dimana-mana merusak pemandangan yang karena mereka memasang seenaknya….. Setelah pemilu, janji2 itu, partai2 itu, entah pada pergi kemana. Seperti hilang ditelan bumi.

2. Partai2 itu saling mengklaim keberhasilan yang dicapai negara ini. Tah, ini juga sangat geuleuh. Karena inilah yang saya sebut SANGE. SANGENAHNA. Sangenahna nyebut2 keberhasilan yang belum tentu hanya dilaksanakan oleh pihak partai saja. Dan yang paling parah adalah mengklaim keberhasilan2 yang belum terbukti kebenarannya seperti berkurangnya jumlah penggangguran dan naiknya taraf hidup masyarakat.

3. Semakin bertambahnya jumlah partai dan munculnya partai2 yang menurut saya KAGA JELAS. Dari yang mulai logonya asal kaya logo di film kartun ninja hatori, sampai dari partai yang namanya aja ga jelas dan aneh banget untuk diinget. Saya ga ngerti kenapa orang2 itu pada bikin partai baru. Udah jelas posisi mereka kecil, tak seperti partai baru yang duitnya tak terbatas, yang iklan nya ga abis2 ada di TV : ‘NGERI NGGA …..?!?!?!?’, tapi tetep aja bikin. Banyak lagi partai yang kaya gitu the. Entah apakah ini adalah taktik bisinis untuk mendapat uang, atau memang ini adalah cara mereka mengisi kekosongan aktifitas. Padahal untuk bikin partai, kan uangnya ga sedikit.Saya nilai ini aneh karena memang aneh dan jadi bikin orang tambah pusing saja.

4. Orang-orang politik yang telah jelas2 memperburuk negri ini masih saja bermunculan dan bersemangat untuk menang pada pemilu ini. Contohnya adalah Megawati dan Laksamana Sukardi. Megawati itu kuliahnya aja kaga tamat. Mending kalo cara memimpinnya bagus, nah ini…..ibu yang satu ini meningan ngurus rumah aja. Pas ada acara dialog antar calon presiden di TV dulu, ah pokonamah ga ada isinya we. Kaya acara2 gosip aja. Dan lalu pada pemerintahan Megawati inilah industri2 besar ditutup. Seperti IPTN. Yang menyebabkan ga adanya kerjaan untuk para pegawai BPPT. Kalo pegawai BPPT ditanya, presiden mana yang paling ngga disukai, tentu saja jawabannya kalo engga GusDur yang ceplas ceplos ga ada otak, ya si Megawati yang secara bodoh menutup IPTN dengan alas an merugikan negara karena ga ngasih keuntungan. Bodo bener keputusannya. Padahal ketika itu IPTN sedang maju2 nya. Sedang maju2nya karena Sudah bisa membuat pesawat sendiri. Sudah bisa menggaji ribuan karyawannya. Dan hanya perlu bersabar beberapa tahun lagi untuk bisa untung besar. Ah, betul2 bodoh. Lalu yang kedua adalah Laksamana Sukardi.Dia sekarang jadi caleg Partai Demokrasi Pembaruan. Walaupun dia alumni ITB, tapi tetep bodohnya keterlaluan. Jaman asset negara di jual ke asing, adalah waktu jamannya dia. Keputusan indosat dijual ke asing,adalah keputusan dia. Dan ketika kita akan membeli kembali apa yang telah kita jual, malah tidak bisa. Ah, bodo betul. Seharusnya dia malu kepada bangsa ini. Tapi nyatanya memang kemaluannya sudah hilang.

Saya berfikir oleh karenanya saya ga kan mau tau tentang politik, yang penting saya mau ikut membangun bangsa ini dengan cara sendiri. Sebagai seorang akademisi. Sebagai seorang Enjineer. Lalu hidup menuntun saya untuk ternyata mendapat takdir Kerja Praktek di Pertamina UPIV Cilacap dan merasakan satu bulan bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Apa yang saya dapat? Ternyata banyak sekali masalah2 yang ditimbulkan akibat dari kebijakan2 negara yang tidak tepat. Apakah itu masalah pengembangan teknologi. Apakah itu masalah pembelian bahan baku. Apakah itu tentang kebijakan arah langkah lembaga. Dan bla-bla bla lainnya.

Yap…. Betul. Ternyata orang2 teknis yang pintar. Yang secara akademis keteknikan bagus. Terbelenggu oleh aturan2 negara yang tidak tepat kalau tidak mau dikatakan bodoh. Ya mau ngga bodo gimana, wong negara ini dikuasai oleh orang2 yang bodo. Yang kalo verifikasi dokumen aja masi ditemukan ada ijasah palsu. Yang gelar berjubel di belakang nama anggota dewan itu ada saja yang fiktif. Gimana mau maju negara ini jika hanya mengikuti nafsu untuk membesarkan partai, kepentingan bisnis dan karena kebodohan akut. Tau kasus kemaren kan yang Pertamina di damprat oleh salah satu kader PDIP di gedung dewan sana? Itulah salah satu kebodohan yang ada.

Saya kemudian berfkir. Mau sekeras apapun saya bekerja, jika tetap aturan2 seperti ini yang ada, maka tak kan pernah maju bangsa ini. Oleh karenanya salah satu hal yang kongkrret juga dalam membangun bangsa ini adalah dengan ikut mendukung cara perpolitikan dan system perpolitikan yang benar. Saya kira saya sudah setuju, bahwa memang system perpolitikan bangsa ini memang sudah dari sononya tidak jelas dan banyak salah. Tapi juga untuk mengganti dengan system politik yang ideal diperlukan waktu yang tidak sebentar. Akan sangat lama. Karena itu membutuhkan orang2 yang faham di gedung dewan sana dan masayarakat juga harus ikut faham dan mendukung. Selama orang2 di dewan sana adalah orang2 yang bodoh-korup-menjijikan, dan masyarakat Indonesia yang masih berfikir irasional-tahayul, maka idealisme ini hanya akan menjadi utopia semata.

Kita itu pintar loh. Bangsa Indonesia itu tersebar di berbagai negara maju. Ikut andil dalam perkembangan teknologi di sana. Di jerman, di jepang, di inggris dan negara maju lainnya. Dan jumlahnya pun bukan satu dua, tapi ratusan bahkan ribuan, bahkan puluhan ribu. Kita ini punya segalanya. Liat sumber daya alam kita. Kita punya semua barang tambang. Kita punya garis pantai yang paling panjang sedunia. Kita punya semua. Kita punya semuanya. Dan masih maukah kita sebagai pewaris bangsa ini yang dikarunia kemampuan berfikir yang luar biasa dan sumber daya alam yang tak terbatas dipimpin oleh ORANG-ORANG TAKBERGUNA semacam beberapa anggota dewan sekarang ini yang kerjaannya bikin kebijakan bodoh tak berguna dan studi banding ke luar negeri ? Tentu orang yang punya hati, yang punya keinginan bangsa ini maju, yang punya harapan tanah ini menjadi lebih baik akan mengatakan TIDAK.

Lalu apa yang bisa kita perbuat? Sepemikiran saya jika system perpolitikan sekarang belum bisa diubah karena butuh waktu dan proses yang panjang, maka kita harus mengupayakan agar orang2 yang duduk dewan sana adalah orang yang berkapabalitis, layak dan soleh. Bukan orang yang berkompeten tapi korup. Atau orang yang Soleh tapi bodoh. Tentu saja disamping kita terus berusaha berkarya di bidang kita masing2. Oleh karenanya marilah dalam kesempatan nanti di tanggal 9 bulan april itu, kita memilih calon anggota dewan dari partai yang baik. Yang track recordnya bagus. Yang soleh. Dan yang berkompeten. Partai yang mana itu ? silahkan cari sendiri saja, dan eksplore sendiri. Karena anda sendirilah yang akan memilih nanti. Yang jelas partai2 yang kemaren2 berkuasa adalah partai yang engga banget. Dan Indonesia masa depan benar2 ada di tangan kita.

Kalou tak menemukan partai yang ideal, ya yang setidaknya menuju ideal lah. Soalnya kalo kita hanya berpangku tangan, duduk-duduk ngga jelas berharap Indonesia menjadi lebih baik, itu hanya akan menjadi angan2 belaka.

Mohon maaf banyak kata-kata yang kasar dan keras. Karena inilah yang memang selama ini ingin diteriakkan terngiang-ngiang dalam pikiran. Di tengah kebingungan diri sendiri dan kebodohan kebijakan public yang ada. Saya Dani Badrazamani, kita berjumpa lagi di lain kesempatan. Selamat pagi dan Assalaamualaikum wr. Wb.

6 Comments »

  1. Hmm… ini kampanye ya… :P

  2. blackandikauda Said:

    mantabh bad..!!
    syang gw g sempet milih tgl 9 nant…

  3. irfan Said:

    tulisannya mantap

  4. GLS Said:

    BeeeeeutuuulllL.pilih Partai Kesukaan Saya aja..
    cari tau dengan pasti kenapa kita harus memilih partai tsb,,kalo kita udah paham dan sesuai dengan tujuan kita u membangun bangsa ini, selanjutnya ayo kita dukung!

  5. Yasrid Said:

    Mantaf kang…
    dah siap jadi menristek ya? :D

    Selamat berjuang di BPPT…
    doakan saya biar cepet lulus dan mimpin LIPI.
    Selamat pagi juga,
    wa’alaykumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

  6. dhee Said:

    hmmm, ini tulisan tumben agak berat bad! :D hehe.. nice post!


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment