CAHAYA MALAM HEMAT ENERGI

exterior_night_home

Bersama Yoda lah waktu itu kemarin saya mencari tempat untuk makan. Kali ini akan mencari warung padang saja. Ada beberapa warung padang yang kami temui, tapi kami memilih yang tidak mewah bangunannya karena bisi sebanding dengan harga makanannya, bisi mahal. Maka kami pilihlah warung padang yang biasa saja tapi yang cukup terang penerangannya, karena kalo remang-remang, kami takut itu bukan warung padang, tapi warung remang-remang. Naudzubillaahimindalik.

Warung padang yang kami pilih didalamnya memakai lampu neon yang panjang, lampu neon apa lampu TL ya namanya?lupa. Ya yg penting lampu yang panjang gitu lah dipasang horizontal bukan vertical terhadap langit2…..ngerti kan lampu apa yang saya maksud?. Karena tempatnya ga begitu besar, pake 2 lampu aja cukup untuk menerangi warung sederhana itu. Warung padang yang sederhana maksudnya. Didalamnya meja dan kursinya juga berwarna putih, sehingga kami analisis, bahwa warung padang ini lebih bercahaya dibanding toko yang lain, karena ya itu tadi tea, mungkin karena meja yang putih itu yang bahannya seperti whiteboard yang suka dipake nulis guru disekolahan, memantulkan cahaya dari lampu neon tadi itu….

Sambil makan yang cuma sama telor dadar, saya pun berfikir tentang sebuah ide ….

Ide tersebut bukanlah mau jualan telor dadar, tapi ide tentang sebuah rumah yang hemat energy. Jika si uda warung padang itu yang notabene kayanya tak pernah belajar akustik ataupun lighting bisa menerangi warungnya dengan trik sederhana seperti itu, lalu kenapa kita sebagai yang pernah tau sedikit akan ilmu2nya ngga bisa pake trik sederhana itu?

Saya berfikir, bahkan bisa saja satu rumah itu hanya diterangi oleh sebuah lampu saja. Sebuah lampu dengan banyak cermin didalamnya. Kasus ini saya batasi hanya untuk kasus malam hari saja ya, karena kalo siang hari bakal beda lagi sudut pandangnya. Ok, kita balik lagi ke topic semula …. Nah, jadi missal kita punya rumah, terus bikin master lampu satu, lalu dipantul-pantulin pake cermin ke segala arah, dan akhirnya terang lah,,,,seisi rumah. Yang jelas yang baru kepikir sama saya bahwa sudut pantul2 an cermin harus tepat dan tentu cermin yang diperlukan akan lumayan banyak. Kalo secara itung2an ekonomis, jika ini berhasil, ini akan menghemat betul energy dan pengeluaran kita untuk pencahayaan di malam hari. Dan ini adalah sebuah inovasi yang luar biasa. Lagi-lagi hanya kalo ini berhasil hehehe….

Bagaimana teman2? Menurut kalian gimana? Soalnya ini hanya baru sebatas ide sederhana aja. Itung-itungannya lupa, atau bahkan memang saya ngga tau hahaha ayo saling share pendapat, siapa tau dari pembicaraan ini bisa menghasilkan sebuah rumah hemat energy dari sisi pencahayaan malam dan kalo berhasil bisa kita aplikasikan atau setidaknya bisa kita ikutin ke lomba DJARUM BLACK INOVATION CONTEST hahahaha

Oh, iya … harga makanan waktu itu adalah 6000. Lalu besok siangnya kami makan sore2 sama yoda dan harganya naek menjadi 7000. Lalu besok besok malamnya kami makan lagi makanan yang sama, harganya kembali menjadi 6000. Hmmmm….warung yang aneh….harganya beda antara sore dan malem … Banzai FT 2004 !!!

1 Comment »

  1. sok dikembangkeun bad…
    meun maneh jadi masuk PLN,
    karya2 inovasi bakal jadi tiket untuk naik peringkat..
    asal teruji dan terbukti..


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Comment