
Ibu saya dan bapak saya dulunya adalah guru. Guru SLB tepatnya. Sekarang bapak saya udah engga, tapi ibu saya masih. Ibu saya biasanya mengajar anak yang tunarungu atau tunawicara. Oleh karenanya ibu saya cukup mahir berbahasa isyarat. Bahasa yang hanya menggunakan gerakan tangan. Sejak saya TK, ibu saya sudah mengajar di tempat sekarang mengajar. Dan karena TK saya dekat dengan tempat ibu saya mengajar, maka waktu TK saya sempat berinteraksi lama dengan orang-orang SLB. murid-muridnya.dulu tapinya.
Sekarang ketika aku masih menganggur, jadwal rutin pagi-pagi setelah lari pagi adalah mengantar ibu ke sekolah. Biasanya setelah mengantar ibu, saya dikasih uang bensin yang jika diitung itung lebih besar disbanding mamah saya naek angkot hahahaha. Lalu biasanya kalo ada tukang cimol, saya beli 2. Pernah juga ada tukang cuangkie, dan akhirnya saya beli juga. Padahal masih pagi itu…jam 8. Dan akhirnya sesampai di rumah, perut saya panas…..bongan teu bagi-bagi kata de ranti ge heuheuheu
Tapi bukan itu yang ingin saya ceritakan. Biasanya saya stelah mengantar ibu, tidak langsung pulang tapi ingin melihat-lihat dulu. Gambar di atas adalah ketika murid2 SLB sedang acara senam pagi.
Saya itu melihat, banyak anak-anak yang …. Tak seberuntung urang. Ada yang syndrome down, banyak malahan mah. Itu loh, yang mukanya jadi mirip2 gitu dan jadi mentalnya telat berkembang. Ada anak-anak yang ngga bisa ngomong. Ada yang kakinya lumpuh, jadi dia sekolah diantar ibunya setiap hari pake kursi roda. Dan mungkin masih banyak yang lain lagi ….
Sejenak saya berfikir, segala puji bagi allah yang telah memberikan nikmat kepada saya ini berupa kelengkapan fisik dan mental sebagai seorang manusia. Sudah sepantasnya saya bersyukur atas semua yang Allah berikan ini. Dan memanfaatkan apa yang Allah beri ini dengan yang seharusnya dilakukan.
Jika kita suka mengeluhkan kenapa hidup saya ko seperti ini, kenapa saya ditimpa musibah seperti ini, ……. Maka ingatlah saudara-saudara kita yang lain, yang untuk berfikir saja mereka ngga bisa, yang untuk berbicara saja mereka nda bisa, yang untuk berjalan dan bergerak saja mereka nda bisa….
‘maka nikmat allah manakah yang akan kau dustakan?’
‘maka nikmat allah manakah yang akan kau dustakan?’
hariyadi Said:
on January 8, 2009 at 1:38 pm
nanceb beut…..
kalau kita jadi mereka gmn dan?
apakah yang bisa kita syukuri?
Inget kata2 seorang sahabat dari Ummi Maktum…
“Alhamdulillah saya buta, jadi pandangan saya dapat lebih terjaga untuk tidak melihat yang diharamkan Allah”.
Subhanallah……….
piqs Said:
on January 12, 2009 at 7:40 am
manstap! tumben postingan maneh berbobot bad!
pipie Said:
on January 12, 2009 at 8:07 pm
heeuuu.. aku mau dong jadi guru SLB Bad.. ^_^
waktu itu pernah pasang status YM kya gitu.. “nikmat Allah yang mana yang kau dustakan?”.. malah ada yang ngejawab.. (ga perlu tw jawabannya yaa..)..
aku masih harus terus-menerus diingetin.. jadi makasih sudah mengingatkan, A’..
aa dani badra kasep pisan selalu Said:
on January 14, 2009 at 11:47 pm
@ haryadi :
memang betul, kadang2 saya nangis juga kalo inget orang yang buta.(matanya). bukan karena kasian kedianya, tapi justru karena melihat diri pribadi
@ piqs :
sekali-kali serius dikit boleh dong sesuai dengan kategori tulisannya
@pipie :
baiklah pipie, sama-sama juga saling mengingatkan…btw kamu nulis komennya kaya ke siapa aja….romantis beut ….ntar orang yang baca komen pipie, pasti banyak berfikiran tentang kita berdua. tapi ga papa lah ….terserah mereka. HIDUP FT 04. JAYALAH BANGSAKU !!!
GLS Said:
on March 14, 2009 at 8:35 am
ya betul skali..nikmat Allah manakah yang kau dustakan??
iya bad, leni juga pernah kesana(di Sulaiman kan?),,terkadang semakin sering kita berinteraksi dengan saudara-saudara kita yg diberi kekurangan, itu lah jalan muhasabah diri kita,,
dikala hati kita bimbang dan merasa jauh dari Allah, ini lah salah satu cara muhasabah diri..
ulfah luthfi Said:
on April 21, 2009 at 3:33 am
waaah orangtua kita satu profesi mas (manggil pake mas gpp ya?)
bapak sama mama ulfah guru sdlb disolok sumatera barat,,.
dulu klo libur suka ikut kekelas mama, daripada menung dirumah mending juga maen2 sm anak2 sdlb
tapi ada satu murid mama yg aku takutin mas,, suka jahatin aku
aah jadi kangen sdlb,,,
Yanz btx Said:
on August 23, 2009 at 11:26 pm
SubhanalLAH. Sy bCa semua. Ternyata air mata ni men9alir juga? Aplg dgn kata. “Maka nikmat manakan yg kalian dustakan” ht ana berdebar2. Alus eunk..
aa dani badra kasep pisan selalu Said:
on September 7, 2009 at 9:22 pm
iya ya bener …kenapa ga kepikiran pake KTM ITB ajah yah?????hahahahaha
isa Said:
on September 7, 2009 at 5:21 am
itu foto SLB Angkasa yang di Sulaeman ya?
tinggalnya di Sulaeman ?
bibiku ngajar dsana, wah tetangga dong kita kayanya
aa dani badra kasep pisan selalu Said:
on September 7, 2009 at 9:20 pm
iya betul isa…..ibu saya ngajar disitu. Nama bibi kamu siapa? saya insyaAllah kenal geura. Nama ibu saya bu Enin. Bibi kamu juga pasti kenal ibu saya heuheuheu