
Suatu hari yang berbahagia, datanglah seorang anak kepada ayahnya. Anak itu bercerita kepada ayahnya tentang kejadian yang menimpanya di sekolah. Anak itu bercerita bahwa dia pernah berbuat salah, menyakiti temannya di sekolah. Dia merasa sangat bersalah sekali kepada temannya itu. Dan anak itu menangis kepada ayahnya karena teman yang disakitinya itu menjauhi dia dan tidak memaafkan dia. Anak itu bertanya-tanya kenapa tega-teganya dia berbuat seperti itu. Lalu ayahnya yang bijak menjawab dengan sebuah jawaban yang bijak. Anak itu disuruhnya mengambil paku dan palu di gudang. Diajaknya anak itu ke taman yang di tamannya tersebut terdapat pohon besar. Ayahnya lalu menyuruh anak itu menancapkan paku-paku tersebut pada pohon besar tadi. Si anak masih bingung untuk apa maksud ini semua. Tapi ayah anak tadi masih tetap tenang. Setelah ditancapkan, si ayah menyuruh si anak melihat hasil paku-paku tadi dan menyuruh membuka paku-paku yang telah ditancapkan tadi dengan menggunakan ujung palu. Setelah selesai, Si ayah mengajak si anak untuk melihat bekas paku-paku tadi pada pohon besar tersebut. “Lihatlah nak,…..hasil paku yang telah kautancapkan pada pohon ini. Setiap kau berbuat salah pada otang lain, maka pada saat itu pula kau menancapkan sebuah paku di hati temanmu itu. Dan setiap kali kau berbuat kebajikan untuk temanmu itu, maka pada saat itu berarti kau membuka sebuah paku di hati temanmu itu. Walau kau berbuat kebaikan, tapi lihatlah pohon itu…masih berbekas bukan? Hati temanmu pun seperti itu nak……”
![]()
Yeah…..inti dari cerita klasik yang saya modifikasi ini sebenarnya sama dengan cerita klasik yang sudah ada beredar luas. Yaitu BERHATI-HATILAH DALAM BERSIKAP DAN BERBUAT, JANGAN SAMPAI MENYAKITI HATI ORANG LAIN, KARENA SEKALI MENYAKITI AKAN TERUS BERBEKAS PADA TEMAN YANG DISAKITIMU ITU.
Lalu saya sebagai manusia biasa bersuku sunda berbangsa Indonesia beragama Islam berkata. Enya kitu harus selalu seperti itu? Beginilah kelanjutan dari cerita diatas.
Si anak kemudian mengerti atas apa yang ayahnya maksud itu. Dan akhirnya mereka kembali masuk ke dalam rumah.
Besoknya, si anak kembali ke taman. Ingin melihat kembali pohon kemarin. Ditemukannya pohon kemaren dan Si anak kaget, karena ternyata BEKAS TUSUKAN PAKU DI POHON KEMAREN HILANG.
Lalu si anak itu memanggil ayahnya yang ada di dalam rumah. Ayahnya pun diajaknya melihat pohon tadi. Si ayah terperanjat kaget. Si anak berkata ‘Ayah, itu tandanya ning ilang. Bekas paku yang kemaren udah ga keliatan lagi. Berarti temanku juga bisa baikan sama aku lagi dong? Kan udah ga ada bekasnya’. Si ayah berfikir. Kemudian Si ayah berkata ‘ Oh betul sekali anakku, alam telah mengajarkan pada kita bahwa Allah itu Maha Berkehendak. Apa sih yang ngga mungkin buat Allah? Begitupun dengan temanmu itu. Allah maha pembolak-balik hati. Siapa tahu yang sekarang masih benci, besok malah mau memaafkan kita. Kalo ngga besok, ya besoknya lagi dan seterusnya, dan kalo temanmu itu sampai besar masih tak mau memaafkanmu, berdoalah agar diberi teman yang lain yang lebih baik saja yang mau memafkan kamu jika kamu berbuat salah. Yang penting kamu harus terus bertaubat , memohon ampun kepada Allah memohon petunjuk agar diberikan jalan dan kemudahan dalam rangkaian hidup yang sedang kamu jalani ini. Dan doakan yang baik-baik juga untuk temanmu itu. Ok nak ? ‘
Begitulah akhirnya si anak mengerti akan bagian kecil dari hidup yang sedang dijalaninya itu. Bahwa hidup dan kehidupan itu tidak berjalan sendiri dengan ditemani masalah yang terus menghadang. Bahwa hidup dan kehidupan itu tidak selalu harus mengikuti kehendak kita yang bernalar pendek dan terbatas. Bahwa hidup dan kehidupan itu milik dan untuk Allah SWT penguasa alam semesta yang Maha Rahman Yang Maha Rahim.
Jika kali ini saya kehilangan seseorang yang tidak mau jadi teman saya, biarlah saya berperan sebagai seorang anak diatas yang diajari ayahnya untuk selalu berdoa dan memohon ampun kepada Allah. Oleh karenanya kepada siapapun teman saya, saya tidak mau kehilangan kalian seperti yang mungkin sekarang saya alami. Kalo saya punya salah, tolong maafkan saya. Dan kalo kalian butuh bantuan saya, selama saya bisa, saya bantu.
Semoga kita semua masuk surga. Amin.
aa dani badra kasep pisan selalu Said:
on December 5, 2008 at 2:49 am
emang enak bikin cerita sendiri teh…terserah mau kek gimana endingnya jadi bisa bisa aja ahahahaha
dian Said:
on December 5, 2008 at 11:29 pm
he? bole lah, bole… bikin cerita sendiri…
thalita Said:
on March 25, 2009 at 3:46 am
wah cerita kali ini bener2 ngetop!!
thalita Said:
on March 25, 2009 at 3:47 am
kapan2 bikin sendiri ya q plizz
why Said:
on August 31, 2009 at 6:24 pm
cerita lanjutannya bagus sekali, terimakasih, kalau boleh saya copy dan paste di bloq saya: askwhy.multiply.com
aa dani badra kasep pisan selalu Said:
on September 7, 2009 at 9:22 pm
ok. boleh kang …..copy aja
adit Said:
on October 1, 2009 at 5:24 am
ijin copy ya kang, pas banget nih sama kondisi saya sekarang. thx
Tin ( kristin novika) Said:
on October 30, 2009 at 8:59 am
Menyentuh banget.
kirain endingnya ampe bekasnya gak ilang….
ternyata bisa ilang nya?
siapa yg ngilangin.
hebat aa mah